SLN.com, JAKARTA– Umat Islam di Indonesia memulai ibadah puasa Ramadan 1447 H hari ini, Kamis, (19/02). Penetapan ini resmi dari Kementerian Agama usai sidang isbat Selasa lalu, yang menyatakan hilal tak terlihat sehingga Syakban digenapkan 30 hari.
Di Jakarta, waktu imsak pukul 04.31 WIB menandai akhir sahur. Subuh menyusul pukul 04.41 WIB, sementara maghrib, waktu buka puasa jatuh pukul 18.18 WIB. Jadwal ini berlaku seragam di Jabodetabek, dengan variasi kecil di daerah sekitar. Ribuan warga ibu kota bergegas sahur sebelum imsak, banyak yang memilih menu ringan seperti kurma, oatmeal, atau nasi goreng sederhana untuk menjaga stamina seharian.
Cuaca pagi hingga siang hari ini cerah berawan, tapi BMKG memprediksi hujan petir sore menjelang maghrib dengan suhu 24–28 derajat Celsius dan kelembapan tinggi mencapai 97 persen. Kondisi ini membuat sebagian orang merasakan tantangan ekstra, haus lebih cepat datang di tengah udara lembab, tapi juga membawa berkah karena hujan sering dikaitkan dengan rahmat di bulan suci.
Banyak keluarga memanfaatkan momen sahur bersama untuk saling mengingatkan niat puasa. Di masjid-masjid, suara azan subuh bergema lebih khusyuk, diikuti shalat berjamaah. Sepanjang hari, aktivitas berlanjut normal meski puasa pertama kerap disertai rasa lelah adaptasi tubuh. Beberapa warga berbagi tips sederhana di sosial media, minum air putih banyak saat sahur dan berbuka, hindari kafein berlebih, serta istirahat cukup malam sebelumnya agar tak kaget.
Tradisi ngabuburit mulai ramai di pinggir jalan Kota Depok hingga Jakarta, dengan pedagang takjil menjajakan es buah dan kolak hangat. Di berbagai daerah, nuansa Ramadan pertama terasa hangat, dari doa bersama keluarga hingga persiapan buka puasa sederhana di rumah.
Puasa hari pertama ini menjadi pembuka rangkaian ibadah sebulan penuh. Masyarakat diimbau menjaga kesehatan, terutama di tengah potensi hujan lebat akhir pekan nanti, sambil memaksimalkan amalan sunnah seperti tilawah Al-Qur’an dan sedekah.












