suaralintasnusantara com – Ajang Apresiasi Pewarna Indonesia (API) 2025 semakin semarak dengan masuknya dua nama dari Kalimantan Tengah sebagai kandidat penerima penghargaan. Mereka adalah Gubernur H. Agustiar Sabran, S.Ikom yang diusulkan dalam kategori Birokrat Moderat/Toleran, serta Ev. Hardyanto Dede yang diajukan dalam kategori Tokoh Muda Inspiratif.
Penghargaan nasional yang digelar Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna Indonesia) ini akan memasuki tahun ke-10 penyelenggaraan, dan pada 2025 rencana akan digelar di Kota Medan, Sumatera Utara, Senin, 3 November mendatang.
Representasi Kalimantan Tengah di Ajang Nasional
Ketua Pewarna Indonesia PD Kalimantan Tengah, Frida Magdalena, menuturkan bahwa pengusulan dua tokoh ini menjadi tonggak penting, sebab baru pertama kali daerah mereka mengajukan kandidat untuk dua kategori sekaligus.
“Kami sudah menyurati Bapak Gubernur dan diterima audiensi oleh Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Kalteng, Bapak Rangga Lesmana. Surat kepada Ev. Hardyanto Dede juga sudah kami sampaikan, dan responnya sangat positif,” jelas Frida.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur melalui Rangga menekankan bahwa penghargaan ini harus berbasis fakta, bukan sekadar formalitas. “Bapak Gubernur menyampaikan, apresiasi bukan untuk asal bapak senang, melainkan benar-benar didasarkan pada data dan rekam jejak nyata,” kata Rangga.
Agustiar Sabran, Birokrat Moderat
Sejak dilantik sebagai Gubernur Kalimantan Tengah periode 2025–2030, Agustiar Sabran menunjukkan kepemimpinan yang menekankan kesetaraan dan kerukunan antarumat beragama. Ia rutin menghadiri perayaan hari besar keagamaan lintas iman, memberikan dukungan pembangunan rumah ibadah, hingga memastikan doa dalam acara resmi melibatkan perwakilan dari tiga agama besar di Kalteng: Islam, Kristen, dan Hindu Kaharingan.
Plt. Kadis Kominfosantik Kalteng, Rangga Lesmana, menyebut Agustiar konsisten menerapkan prinsip profesional, proporsional, inklusif, dan berkeadilan. “Beliau selalu menegaskan bahwa dirinya adalah gubernur untuk seluruh masyarakat Kalimantan Tengah tanpa membeda-bedakan,” ujarnya.
Ev. Hardyanto Dede, Tokoh Muda Inspiratif
Sementara itu, Ev. Hardyanto Dede dikenal sebagai pengusaha muda yang memilih memberikan hidupnya untuk melayani masyarakat lewat doa, penginjilan, dan karya rohani. Pelayanannya tidak hanya terbatas di Kalimantan Tengah, tetapi juga menjangkau daerah lain termasuk Papua.
Ia juga aktif sebagai pencipta lagu rohani Kristen dengan tiga single yang telah dirilis. Nama Dede semakin dikenal setelah menjadi motor di balik berbagai kebaktian kebangkitan rohani, termasuk acara besar bertajuk “Kalimantan Bermazmur”. Dalam perayaan Paskah 2025 maupun HUT ke-80 RI, ia juga turut menggerakkan umat lewat pelayanan doa dan pujian.
“Pelayanan ini semata-mata karena Tuhan. Tugas saya hanya berdoa, menguatkan sesama, dan membawa pemulihan,” ungkapnya saat menerima langsung surat usulan Pewarna Indonesia.
API sebagai Ajang Apresiasi Nasional
API 2025 sendiri akan memberikan penghargaan untuk 11 kategori, mulai dari Tokoh Penjaga Keberagaman, Birokrat Moderat, Politisi Inspiratif, hingga Tokoh Budaya. Selama satu dekade penyelenggaraannya, API mendapat perhatian besar dari pemerintah pusat dan masyarakat luas.
Endharmoko, Pengurus Pusat Departemen Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan Pewarna Indonesia, menegaskan bahwa keterlibatan tokoh daerah semakin memperkuat makna API. “Data yang masuk tahun ini menunjukkan banyak gubernur masuk kandidat, termasuk dari Sumatera Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Jawa Barat. Kami bersyukur Gubernur Kalteng berkenan masuk daftar kandidat,” katanya.
Simbol Moderasi dan Inspirasi dari Kalteng
Pengusulan Agustiar Sabran dan Hardyanto Dede menegaskan peran Kalimantan Tengah sebagai daerah yang melahirkan figur pemersatu dan inspiratif. API 2025 bukan hanya sekadar penghargaan, melainkan ruang untuk menunjukkan kontribusi nyata tokoh daerah dalam menjaga kerukunan, mendorong toleransi, serta memberi inspirasi kepada generasi muda Kristen dan masyarakat luas. (Red)











