suaralintasnusantara.com – Bentuk rasa syukur panitia dan atas suksesnya pelaksanaan gerakan Doa Bagi Bangsa ‘Indonesia Berdoa’, yang telah berjalan dengan baik pada bulan lalu di Dome Mawar Saron, maka pada hari ini, Jumat, 6 September bertempat di Grha Bethel, Jakarta, Panitia mengadakan Ibadah ucapan syukur.
Pdt. Gilbert Lumoindong didaulat menjadi pelayan firman dalam ibadah ini, mengangkat khotbah yang didasarkan pada ayat dari 1 Korintus 13:11-13. Dalam khotbahnya, Pdt. Gilbert menyoroti pentingnya kedewasaan iman, mengajak setiap jemaat untuk bertumbuh dan meninggalkan sikap kekanak-kanakan dalam menjalani kehidupan spiritual.
“Seperti yang disampaikan dalam 1 Korintus 13, saat kita dewasa, kita harus meninggalkan hal-hal yang kekanak-kanakan. Sebagai umat yang beriman, kita diajak untuk memahami dan mempraktikkan kasih yang sempurna, yang menjadi landasan segala hal,” ucapnya.
Pdt. Gilbert juga menggarisbawahi bahwa kasih, yang dijelaskan dalam ayat ini, adalah elemen kunci yang harus menjadi fondasi setiap individu dan bangsa.

“Iman, pengharapan, dan kasih — tetapi yang terbesar dari semuanya adalah kasih. Inilah yang harus menjadi pedoman kita dalam hidup sehari-hari, dalam menghadapi setiap tantangan dan membangun bangsa ini,” tegas Pdt. Gilbert dengan lantang.
Dalam kesempatan ini juga, Sekum Cecilia Teguh Ayu Seniawati, S.H mengucapkan rasa syukurnya, “saya bersyukur acara doa bagi bangsa bisa berjalan dengan sukses, semua ini semata karena Tuhan yang memberkati. Untuk itu kami mau ini berkesinambungan dan melakukan tindak lanjut. Tidak jadi hanya seperti event, tapi juga kegerakan,”katanya kepada awak media usai acara Ibadah ucapan syukur.
Bendum Doa Bagi Bangsa “Indonesia Berdoa” Pdt. Suyapto Tandyawasesa, M.Th juga mengungkapkan rasa syukur dan kekaguman atas bagaimana dana untuk kegiatan doa ini terkumpul, “meskipun awalnya saya bukan sebagai bendum, namun akhirnya saya mengambil peran sebagai bendum dalam kegiatan ini,” ungkapnya.
Bersyukur dengan pertolongan Tuhan dan dukungan dari teman-teman hamba Tuhan, gereja, terutama dari para pendoa yang memberikan kontribusi besar, lebih dari 50% dari total dana. Meskipun ada gereja-gereja besar yang tidak berkontribusi seperti yang diharapkan, tetap melihat tangan Tuhan bekerja dalam pemenuhan kebutuhan dana,

Kegiatan ini tidak akan berhenti di sini saja, lanjut Pdt. Suyapto, berharap jejaring doa ini, yang melibatkan 414 kota dan 21 diaspora di luar negeri, akan terus terhubung dan mendukung bangsa serta negara.
“saya berharap kegiatan doa ini terus berlanjut, dengan pertemuan doa minimal sekali sebulan setelah pilkada, meskipun periodisasi yang tepat belum diputuskan. Harapannya adalah kesatuan yang telah dibangun dalam jejaring ini tidak terputus” harapnya.
Senada juga disampaikan oleh Ketua Jaringan Doa Nasional Pdt. Aristarkus Tarigan, rasa syukur dan apresia atas apa yang sudah dilakukan. Tiap-tiap orang Kristen di seluruh Indonesia masih mesti merasa terbeban dengan dinamika kebangsaan khususnya pemilihan kepala daerah atau Pilkada serentak yang akan digelar pada 27 November 2024 mendatang.
“Mari berdoa agar pilkada di semua jajaran, bupati atau walikota dan gubernur terpilih kelak adalah pribadi-pribadi yang dapat bekerja dengan baik selama lima tahun ke depan,” tutup Aristarkus.
Kegiatan Ibadah ucapan syukur ini diikuti oleh seluruh panitia dan pendoa yang terlibat dalam kegiatan Doa Bagi Bangsa “Indonesia Berdoa” dan ditutup denganfoto bersama lalu dilanjut dengan ramah rama yaitu makan bersama.
(Elly)











